koloid
Dispersi
adalah suatu sistem dimana suatu zat terbagi dalam zat lain. Zat lain yang
terdispersi disebut fase terdispersi, sedangkan fase pendispersi disebut fase
kontinu atau fase medium. Dalam sediaan farmasi umumnya merupakan system
dispersi karena hampir tidak ada atau jarang sekali obat diberikan dalam
keadaan 100% murni.
Menurut
partikel yang terdispersi maka sistem dispersi dibagi:
·
Dispersi molekul ukuran <1nm
·
Dispersi koloidal ukuran 1nm-0,5μm
·
Dispersi kasar ukuran >0,05μm
Koloid
Dengan
ukuran 1 nm- 0,5 μm , maka partikel tak dapat dilihat dengan mikroskop biasa,
namun dapat dilihat dengan mikroskop elektron.Tidak dapat melalui membran semi
permiable,difusi sangat lambat.Beberapa larutan yang kelihatan larut namun
sebenarnya masih tergolong kedalam system koloid yang sebetulnya belum
betul-betul larut. Ini termasuk koloid.misalnya larutan glukosa,
polisakarida,protein,polimer. Molekul dispersi karena ukuranya <1nm dapat
melewati membran semi permiable.
Metoda
dialisis
Cara yang
digunakan didalam dialisis yaitu membersihkan darah kotor dari unsur-unsur yang
tidak larut melewati membran semi permiable dengan menggunakan saringan dari
selofan yang dapat melewati glukosa, garam, dan urea.Ultra filtrasi juga dapat
digunakan untuk menyaring partikel kecil yaitu menggunakan corong buchner
dengan tekanan negatif atau penyedot vacuum . Bila penyaringan menggunakan
pengaruh muatan listrik maka metoda ini disebut elektroforesis
Penggunaan
koloid dalam farmasi
Didalam
kehidupan banyak sistem koloid yang kita jumpai. Air kelihatan jernih terjadi
setelah didiamkan beberapa hari terjadi endapan putih/kuning. Ternyata air ini
mengandung batu kapur atau besi yang seakan-akan larut namun sebetulnay
bentuknya larutan koloidal. Didalam farmasi system koloid banyak digunakan.
Beberapa senyawa misalnya : perak koloid/argentum proteinum dugunakan
membunuh mikroorganisme dalam tetes mata merah. Kelebihan sistem koloid dalam
farmasi mempunyai sifat tidak mengiritasi karena sebetulnya tidak larut. Plasma
protein merupakan protein yang dapat mengikat obat didalam darah sehingga obat
dapat aktif. Beberapa bahan alam membentuk dispersi koloid dapat digunakan
untuk membuat system bentuk sediaan obat.
Beberapa
polimer dapat digunakan untuk metoda penyalutan termasuk dispersi koloid.
Tipe koloid
1.
Liofilik koloid : zat dapat menyatu dengan medium atau disebut tipe koloid
yang suka kepada medium pendispersi.. liofilik dispersi dapat dibuat dengan
mudah dengan jalan seolah olah melarutkan zat ke dalam pelarut (medium
pendispersi). Bila pelarut digunakan air disebut hidrasi. Contoh :
gelatin, PGA,insulin albumin, karet polisterin
2.
Liofobik kolid : sistem dimana medium pendispersi tidak banyak
berinteraksi dengan medium pendispersi. Jadi seolah-olah didalam medium
pendispersi tidak ada fase terdispersi atau seolah-olah terjadi pemisahan.
Contoh koloid besi pada air, perak,sulfur
3.
Asosiasi koloid : micele&CMC. Koloid ini mempunyai sifat menyukai air
dan menyukai minyak ini disebut surfaktan
Sifat Optik
dari Koloid
Tyndal efek
bila cahaya kuat dilewatkan larutan koloid maka cahaya akan terjadi pemantulan
cahaya sehingga kekuatan cahaya tersebut akan berubah.
Dari prinsip
tyndal efek ini dibuat mikroskop elektron.
Dengan
mikroskop elektron dapat terlihat ukuran partikel yang tidak dapat dilihat
dengan mikroskop biasa.
Penyerapan
cahaya
Akibat
koloid cahaya intensitas akan menurun bila lewat larutan koloid.Ini disebabkan
kekeruhan koloid.Konsentrasi koloid dapat diukur berdasarkan cahaya yang
intensitasnya berkurang.
Gerakan
Koloid
Gerakan
Brown.Gerakan Brown ini dapat diamati di dalam mikroskop bila ukuran partikel
antara 5 mm.Lebih kecil saat diamati.Makin kecil makin sulit
diamati.kenaikan kekentalan medium pendispersi makin kecil gerakan Brown bahkan
malah berhenti.Misal bila air ditambah giserin.
Difusi.Partikel
akan mengalami difusi berjalan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah.Gerakan ini berubah setelah mencapai keseimbangan konsentrasi larutan.
Sedimentasi.Pengendapan
dari koloid dipengaruhi oleh kekentalan medium, bj partikel, tekanan partikel
dan konsentrasi partikel.
Pengaruh
listrik (muatan listrik terhadap koloid)
Adanya
muatan listrik akan pengaruhi kestabilan koloid terutama koloid yang bersifat
ionic.Dengan elektroporosis maka koloid ionic dapat diendapkan dengan proses
paengumpalan.
Hal ini
dapat digunakan untuk melihat banyak zat terlarut atau logam terlarut dalam air
Stabilitas
Koloid
Stabilitas
dari koloid akan dipengaruhi oleh faktor adanya muatan listrik dan medium utuk
menjaga kestabilan koloid.
Penambahan
pengental akan menaikan stabilitas koloid, karena akan mencegah daya tarik
menarik atau akan menghasilkan geragak Brown ini terjadi pada koloid yang
bersifat liofilik.Koloid liofobik tidak tahan / stabil pada panas.Adanya muatan
listrik akan menyebabkan daya tarik menarik partikel membentuk gumpalan.
Dengan
menambah larutan yang bersifat ionic (garam-garam) maka akan mengubah muatan
maka kestabilan koloid akan berubah.Akhirnya terjadi tarik menarik dan
membentuk aglomorat.
Solubilisasi
Bila didalam
larutan koloid tetap stabil maka seolah olah partikel itu tetap larut.Peristiwa
ini disebut dengan solubilisasi.